CARA BISNIS SALON DENGAN MODAL KECIL 

Ayo bagikan sebagai sedekah...

Membuka bisnis salon membutuhkan modal tak sedikit. Salah satu anggaran terbesar adalah untuk biaya sewa tempat serta investasi peralatan pelengkapnya. Anda tertarik berbisnis salon dan masih belum punya modal cukup? Jangan langsung patah semangat. Karena, hal ini bisa disiasati dengan membuka layanan salon panggilan ke rumah.

Maryati (Yana), salah satunya. Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai hair stylist di salon milik orang lain, sejak Desember 2014  ia memutuskan untuk menjalankan bisnis salon panggilan ke rumah dengan nama Zaqila Salon di Pamulang, Tangerang Selatan.

Cantik Itu Gak Harus Mahal! Beli Kosmetik di Viva Cosmetics Official Store

Dari beberapa pelanggan di awal bisnisnya, Yana mengetahui bahwa saat ini banyak wanita yang sudah malas ke salon dan lebih memilih mencari jasa salon panggilan ke rumah secara online. Ada saja alasannya untuk merasa malas pergi nyalon. Mulai dari sibuk, jauh dari rumah, hingga salon langganan yang selalu ramai sehingga tak lagi nyaman untuk memanjakan diri dan kekurangan privasi. “Sejak itu saya semakin yakin untuk menjalankan bisnis salon panggilan,” ujarnya.

Sampai sekarang, Yana mengaku sudah melayani sekitar 1.000 orang. “Awalnya hanya dari wilayah sekitar Pamulang, kini permintaan juga datang dari beberapa wilayah Jakarta. “Sekitar 70% dari mereka selalu melakukan order ulang,” ujar Yana. Karena jumlah karyawan yang dimiliki baru 6 orang, kini Zaqila Salon hanya membatasi hingga 4 order per hari  untuk  tiap karyawan. Sehingga dalam satu hari ia melayani 24 pelanggan.

Artikel pilihan : 23 Produk Viva Cosmetic Khusus untuk Salon Sekarang Bisa Dibeli Secara Online, Ini Daftar Harganya

Investasi Utama

Saat awal mendirikan Zaqila Salon, Yana mengaku hanya memiliki modal Rp1,3 juta saja. “Uang tersebut saya investasikan untuk membeli peralatan menggunting rambut dan bahan-bahan kosmetik pendukungnya,” ujarnya. Peralatan yang dibeli, menurutnya, tak perlu harus yang mahal. “Yang terpenting adalah kualitas kita dalam memberikan servis kepada pelanggan.”

Karena itu, ia menekankan kepada karyawannya untuk selalu menjaga kualitas dalam hal pelayanannya. “Saya yang mendidik langsung mereka sesuai dengan standar pelayanan yang saya miliki,” kata Yana.

Servis dan Harga

Saat awal bisnis sama-sama mengaku hanya menyediakan satu jenis servis saja. Yaitu perawatan rambut. “Namun, ternyata banyak pelanggan yang menuntut layanan lengkap seperti yang biasa mereka dapatkan ketika berada di salon,” ujar Yana. Misalnya, spa, lulur, facial, hingga manikur dan padikur. Dari permintan itu, ia mulai memikirkan untuk menambah karyawan.

Dalam hal biaya, menurut Yana, dirinya selalu berupaya memberikan harga lebih murah ketimbang harga di salon. “Karena saya sedang mencari pelanggan sebanyak mungkin maka harganya harus lebih murah,” ujar Yana. Alasan lain, kalau harga lebih mahal, dikhawatirkan tidak bisa bersaing dengan salon terdekat dan pelanggan malah akan memilih datang langsung ke salon.

Untuk menentukan harga, menurut Yana, jangan lupa untuk menghitung jarak tempat tinggal pelanggan. Untuk Zaqila Salon mengenakan biaya tambahan sebesar Rp30 ribu jika jarak tempat tinggal pelanggan lebih dari 15 kilometer. “Pelanggan juga harus memilih paket layanan di atas harga Rp300.000,” ujarnya.

Hal lainnya, berikan juga perhatian lebih kepada hal-hal sederhana yang kadang sering dianggap sepele. Misal, dalam hal ketepatan waktu karyawan datang ke rumah pelanggan.  “Jangan pernah membuat pelanggan kesal karena menunggu terlalu lama,” ujar Yana. Karena itu, menurutnya, penting untuk memberikan estimasi kedatangan karyawan kepada pelanggan berdasar jarak yang harus ditempuh. Apalagi di kota besar seperti Jakarta yang kemacetannya tak bisa diprediksi.

Untuk menyiasatinya, Zaqila Salon menetapkan aturan seperti order harus 4 hari sebelumnya dalam kondisi salon sedang penuh order, atau 3 jam sebelumnya jika salon sedang sepi order.

Promosi Online

Yana memanfaatkan website www.zaqilasalononline.com serta Facebook untuk ajang promosi. Untuk alasan tertentu, Yana mengaku tak mengambil pelanggan dari salon tempat sebelumnya ia bekerja.

“Pelanggan saya rata-rata menemukan Zaqila Salon dari hasil browsing di Google dan Facebook,” kata Yana. Artinya, ia berjuang betul menggunakan strategi digital marketinguntuk bisnisnya. “Saya dibantu oleh suami saya yang piawai untuk urusan ini.”

Yana menambahkan, mencari pelanggan baru justru lebih menantang bagi bisnisnya. Karena, dengan begitu ia bisa terus belajar dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.

Sumber : wanitawirausaha.com

Artikel pilihan : 23 Produk Viva Cosmetic Khusus untuk Salon Sekarang Bisa Dibeli Secara Online, Ini Daftar Harganya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *